Ternak Sapi Limosin

Ternak Sapi Limosin 

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Warga di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kini mulai mengembangkan sapi jenis limosin. "Dari sisi keuntungan, memelihara sapi limosin ini memang lebih menguntungkan dibanding sapi biasa," kata Fatlillah, peternak sapi limosin di Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Jumat (27/3). Dalam satu bulan, peternak sapi limosin bisa untung Rp 200.000 hingga Rp 250.000 per ekor. Tapi, lanjut Fatlillah, yang selama ini sering menjadi kendala ialah modal. Sebab, keuntungan besar didapat jika sapi yang dipelihara tersebut sudah besar.
  "Kalau memelihara sapi kecil kurang seberapa banyak untungnya. Apalagi yang masih berumur di bawah satu tahun," katanya. Modal yang dibutuhkan untuk sapi limosin berumur satu setengah tahun Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Sama dengan sapi biasa yang sudah berumur tiga tahun lebih.

Kepala Dinas Peternakan Pamekasan Hanafi Hendrajana menyatakan, warga Pamekasan yang beralih memelihari sapi limosin sebenarnya sudah lama, yakni sejak lima tahun lalu. Hanya, waktu itu terbatas di wilayah Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan. "Sekarang sudah mulai berkembang ke sejumlah kecamatan lain di Pamekasan," katanya.
Hal ini terjadi, lanjut Hanafi, setelah banyak warga yang mengetahui bahwa keuntungan dari memelihara sapi limosin lebih besar dibanding sapi biasa. "Saat ini sudah ada warga di tiga kecamatan yang memelihara sapi limosin, yaitu Larangan, Proppo, dan Pakong," katanya.

Pemkab, lanjut dia, kini juga terus memberikan motivasi kepada warga, terutama yang menginginkan keuntungan lebih, agar beralih ke sapi limosin. "Soalnya ada warga yang memelihara sapi karena hobi, seperti sapi karapan dan sapi sonok," tuturnya.

Sumber :  http://www.kampoengternak.or.id/media.php?module=detailberita&id=230-.html

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar